GOLONGAN PENGHUNI NERAKA


                                                                     source : pinterest

Umat muslim mempercayai bahwa kelak seluruh umat manusia ditempatkan pada dua tempat yang sudah diciptakan oleh Allah . yaitu surga dan neraka. Oleh karena itu, untuk memperoleh surga sebagai tempat tinggal selamanya kelak, dibutuhkan usaha berupa ketaatan dan amal kebajikan agar memperoleh ridho Allah .

Lalu, siapakah golongan yang masuk neraka?

Berikut adalah salah satu hadits yang menjawab pertanyaan tersebut.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Rasûlullaâh ﷺ     bersabda : Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian." (HR Muslim, Shahih)

 Dalam hadits tersebut, Rasûlullaâh ﷺ     mengatakan bahwa ada 2 golongan yang belum pernah dilihatnya. Artinya dua golongan ini tidak ada pada zaman Rasulullah SAW. Ini adalah salah satu bentuk mukjizat Rasûlullaâh ﷺ     dari Allah  sekaligus mengungkap kebenaran perkataan Rasûlullaâh ﷺ    .

Golongan (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi.

Para Ulama berkata bahwa yang dimaksud dalam golongan tersebut adalah para polisi atau penegak hukum yang mencambuk/memberi hukuman tanpa alas an yang benar.

Bagaiman jika mencambuk dalam alas an yang benar?

Dalam surat An-Nuh ayat 2 Allah berfirman :

“Pezina Perempuan dan pezina laki-laki, cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allâh jika kamu beriman kepada Allah  dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman

Ayat ini menjawab bahwa mencambuk dengan alasan yang benar maka diperbolehkan bahkan dianjurkan.

Golongan (2), Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan lenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya), rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong.

Hadits ini menggambarkan  ciri-ciri wanita fasik yang diancam neraka oleh Allah . Perlu kita ketahui untuk menghindarinya.

(1). Berpakaian tetapi telanjang,  artinya memakai pakaian tetapi tidak menutup auratnya seperti terlalu pendek, terlalu tipis, terlalu ketat.

Dalam surat Al-A’raf ayat 26, Allah  berfirman "..... Dan pakaian takwa itulah yang  lebih baik”

Maksudnya adalah pakaian yang sesuai dengan syariat islam untuk membuka jalan ketakwaan kepada Allah .

(2) Berjalan lenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya), artinya wanita yang keluar rumah dengan tabarruj (menampakkan kecantikan dan keindahannya, dan ini merupakan tradisi dan kebiasaan orang jahiliyyah)

Tabarruj bagi wanita muslimah antara lain : memakai wewangian yang mengundang syahwat, menyimpang dari rasa malu dan sopan seperti (wanita yang berjalan tegap seperti atau bahkan mengalahkan lelaki), tertawa terbahak-bahak, meninggikan suara, menyentuh yang bukan mahrommnya (baik ketika jual-beli), berdandan berlebihan. Hal-hal ini termasuk kedalam sesuatu yang menimbulkan fitnah.

(3). Rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong,

Sebagian ulama menafsirkan bahwa model sisiran kesamping yang membuat rambut ada di satu sisi merupakan kebiasaan orang kafir zaman dahulu.

Para wanita yang meninggikan rambutnya sampai miring ke kanan dan ke kiri seperti punuk unta yang miring. Sebagian para ulama berkata, “Bahkan wanita itu menaruk imamah (sorban) di atas kepalanya seperti imamahnya laki-laki, sehingga kerudungnya terangkat dan meninggi seperti punuk unta. Dia memperindah kepalanya dengan keindahan yang menimbulkan fitnah".

Melalui hadits di atas Rasûlullaâh ﷺ     juga bersabda, “Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga”. Maka dalam hadits jelas bahwa wanita tersebut tidak dapat mendekati surga bahkan mencium aroma surga meskipun aroma surga itu tercium sejauh perjalanan 70 tahun atau lebih. Hal ini dikarenakan mereka keluar dari jalan yang lurus dan menjauhu ketakwaan, Na’udzubillah min dzalik.

Hadits ini juga menjawab bahwa tabarruj merupakan dosa besar yang mendapat laknat Allah . Selain itu, Allah  juga menekankan bahwa wanita muslimah memiliki sifat malu yang merupakan fitrahnya. Selain itu, malu juga merupakan Sebagian dari iman seperti dalam hadits berikut :

“Malu dan iman itu berhubungan satu sama lain, jika salah satunya hilang, maka lainnya juga hilang”

Berikut adalah beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika berpakaian.

1. Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (Al-Ahzab : 59)

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan (An-Nur : 31)

3. Kainnya tebal, tidak boleh tipis dan transparan (Shahih, HR At-Thabrani dalam Al-Mu’jamus Shagir)

4. Longgar dan tidak ketat ( Hasan. HR Adh-Dhiya’ al-Maqdisi dalam Al-Ahadits Al-Muktharah)

5. Tidak memakai wewangian, Rasulullah bersabda “ Siapapun Wanita yang memakai wangi-wangian. Lalu ia melewati kaum laki-laki agar tercium aromanya makai a seperti Wanita pelacur” (Hasan. HR Ahad, An-Nasa’I, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban)

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki (Shahih. HR Abu Dawud, Ibnu Majjah, Al-Hakim)

7. Tidak menyerupai wanita kafir.

8. Bukan pakaian syuhrah (untuk mencari pipularitas) (Hasan. HR Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

9. Diutamakan berwarna gelap.

Di antara hadits yang menyebutkan bahwa pakaian wanita pada zaman Rasûlullaâh   berwarna gelap adalah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma, ia berkata:

 لَمَّا نَزَلَتْ .. يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ .. خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُؤُوْسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنَ الْأَكْسِيَةِ

Tatkala ayat ini turun: ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya’ (Al-Ahzâb/33: 59), maka wanita-wanita Anshar keluar rumah dalam keadaan seolah-olah di atas kepala mereka terdapat burung gagak karena pakaian (jilbab hitam) yang mereka kenakan.” (Shahih. HR Abu Dawud).

10. Tidak memakai pakaian dengan gambar makhluk bernyawa.

 Semoga kita dijauhkan dari perilaku dua golongan di atas dan niat dan amalan yang kita usahakan untuk meraih ridho Allah di terima. Aamiin Allahumm Aamiin.

 

 

     

Posting Komentar

0 Komentar